Fakta Seputar Danau Toba
Featured
Pengunjung Makam Raja Sidabutar di Samosir Semakin Berkurang
Tomok Samosir

Categorized | History, Tomok

Legenda Makam Raja Sidabutar

Posted on 04 May 2012 by Yulianto Parulian Saragi Sidabutar | Views (1,607)





Salah satu makam tua yang berada di Tomok adalah makam Raja Sidabutar telah mempersiapkan makamnya pada waktu masih hidup. Ia memanggil tukang pahat yang ada di pulau Samosir. Pembuatan makam dimulai dengan upacara khusus. Setelah itu makam pun dibuat dengan petunjuk Raja Sidabutar. Pada kompleks makam tersebut dibuat makam Raja dan permaisurinya, Boru Damanik.

Di makam diukir simbol Raja, permaisurinya, serta panglimanya. Ukiran kepala yang besar menyimbolkan Raja Sidabutar. Sedangkan ukiran kepala di ujung yang satunya adalah simbol dari permaisuri raja, Boru Damanik. Ukiran lelaki yang duduk di bawah ukiran kepala raja adalah panglima Guru Saung Lang Meraji.

Menurut cerita Raja Sidabutar adalah raja yang sakti. Kesaktiannya berhubungan dengan rambutnya yang panjang dan bergimbal. Apabila rambutnya dipotong, maka Raja akan kehilangan kesaktiannya. Raja memiliki panglima yang bernama Guru Saung Lang Meraji. Guru Saung Lang Meraji berasal dari Pakpak Dairi. Dia ingin berguru pada Raja Sidabutar.

Kedua patung gajah yang diletakkan di samping kanan dan kiri makam, memiliki cerita tersendiri.

Suatu ketika Raja Sidabutar hendak meminang Boru Damanik, ia harus membayar mahar berupa dua ekor gajah. Padahal gajah bukanlah binatang yang mudah didapatkan. Raja menyanggupinya. Guru Saung Lang Meraji diperintahkan untuk mendapatkan dua ekor gajah tersebut. Ada dua tempat untuk mendapatkan gajah, yaitu di Lampung dan di Aceh.

Guru Saung Lang Meraji pergi ke Aceh untuk mendapatkan dua ekor gajah seperti yang diinginkan oleh Boru Damanik. Ia mendapatkan kedua ekor gajah tersebut dengan kesaktiannya, sebagaimana yang dipelajarinya dari Raja Sidabutar. Setelah Guru Saung Lang Meraji menjinakkan kedua gajah tersebut. Ia membawa kedua gajah tersebut pada Raja Sidabutar. Raja Sidabutar dan Boru Damanik pun menikah, karena perjanjian mahar telah dipenuhi oleh Raja Sidabutar.

Pada komplek makam Raja Sidabutar kita dapat menjumpai patung-patung orang kecil yang diletakkan dalam formasi setengah lingkaran. Patung-patung tersebut menggambarkan bawahan Raja dalam sebuah acara ritual untuk memanggil hujan dengan iringan musik gondang. Dalam pertemuan tersebut Raja dan Panglima akan duduk di hadapan mereka. Lalu di tengah-tengah formasi para bawahan tersebut akan dikorbankan seekor kerbau. Kerbau itu akan ditombak tujuh kali. Apabila kerbau itu mengeluarkan darah yang banyak, maka permintaan mereka akan segera dikabulkan. Namun apabila kerbau tersebut tidak mengeluarkan darah, maka permintaan mereka tidak dikabulkan oleh dewa mereka, Si Mulajadi Na Bolon.

Di makam tersebut terdapat beberapa pohon besar yang telah berumur ratusan tahun. Salah satu pohon telah ditebang. Para pemilik toko dan kios menghendaki pohon itu ditebang, karena ketika bencana gempa bumi dan tsunami Aceh pada tahun 2004, pohon tersebut ‘bergoyang’ cukup hebat, sehingga membuat para pemilik toko dan kios yang ada di sekitarnya menjadi ketakutan.

Komplek makam Raja Sidabutar hingga kini masih terawat dengan baik. Ada beberapa orang yang menjaga makam tersebut agar tetap terpelihara. Kontribusi Anda untuk pemeliharaan makam sangat diperlukan. Oleh karena itu pihak pengelola menyediakan kotak khusus untuk kontribusi Anda terhadap pemeliharaan komplek makam Raja Sidabutar.

 





Related Posts


 

Popular Posts


  Legenda Makam Raja Sidabutar
true  Tomok Samosir
true  Fakta Seputar Danau Toba
true  Legenda Sigale-gale
  Taringot tu Umpasa

2 Comments For This Post

  1. Putra Sonakmalela Says:

    mantap bah…

  2. Darwinsar Sinurat Says:

    mantap


RECENT VIDEOS

Click below to view videos...

ADVERTISEMENTS





Sidabutar.INFO at Flickr

See all photos



  • Twitter is currently flying the fail whale
  • Networked Blogs

  •  
    ADVERTISEMENTS

    Advertisement